SEKILAS INFO
  • 2 minggu yang lalu / Jika kesabaran itu adalah seorang laki-laki, maka sungguh ia adalah laki-laki yang mulia
WAKTU :

Hikmah Ibadah di Era New Normal

Terbit 10 Juni 2020 | Oleh : ybhe | Kategori : Hikmah
Hikmah Ibadah di Era New Normal

Kuliah Dzuhur Online Masjid Baitul Hikmah Elnusa

Oleh: Dr. Atabik Luthfi, Lc, MA

MAKNA HIKMAH

یُؤۡتِی ٱلۡحِكۡمَةَ مَن یَشَاۤءُۚ وَمَن یُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِیَ خَیۡرࣰا كَثِیرࣰاۗ وَمَا یَذَّكَّرُ إِلَّاۤ أُو۟لُوا۟ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat”. [Al-Baqarah: 269]

– SEMUA ADA HIKMAHNYA….

– AMBIL SAJA HIKMAHNYA….

– HIKMAH ITU ESENSI KEHIDUPAN….

Semua peristiwa adalah ‘Min Af’aliLlah’, karenanya pasti mengandung hikmah yang banyak

– Padahal seorang yg mendapat hikmah yg banyak, dialah yg mendapat kebaikan yg banyak

Mujahid: Ilmu, pemahaman dan Al-Qur’an

Abul Aliyah: Khasyyatullah…Justru takut kpd Allah adalah kepala semua hikmah

–  Imam Malik: Tafaqquh fid din

– Ibn Qayyim al-Jauziyah: Hikmah adalah al-Ilm al-Nafi’ wa al-‘Amal al-shalih, yakni ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan perilaku yang baik (shalih).

Hikmah: tuntunan Sunnah Rasulullah saw

PANDEMI/ MUSIBAH

Tiga kemungkinan terjadinya musibah:

1. Musibah itu takdir Allah swt (At-Taubah: 51, Al-Hadid: 22, At-Taghabun: 11)

2. Musibah itu ujian dari Allah swt

( Al-Baqarah: 155-156, Al-Anbiya’:

3. Musibah itu karena ulah manusia (Ar-Ruum: 41, Asy-Syura: 30)

NEW NORMAL

Normal Baru: Keadaan dan Tatanan pasca Pandemi

(Lebih sehat, lebih bersih, lebih hati-hati, lebih sederhana…dsb)

– Levelnya di tengah antara Abnormal dan Upnormal

– Ikhtiar manusia untuk melanjutkan kehidupan ke arah yg lebih baik

1. Bidang Iman

2. Bidang Ibadah

3. Bidang Mu’amalah

HIKMAH IBADAH

1. Ibadah itu ada yg bersifat prinsip,  ada yg bersifat teknis

(Di masa pandemi dan pasca pandemi prinsip ibadah tdk berubah, teknis dan tata cara yg mgkin ada perubahan)

2. Allah swt memberi nilai atau pahala ibadah dalam semua keadaan. Malah saat kondisi berat spt sakit atau musibah bernilai lbh besar

وَلَكِنَّهَا عَلَى قَدْرِ نَصَبِكِ

“Akan tetapi, pahalanya tergantung pada usaha yang dikerankan.” (HR. Muslim)

3. Kaedah hukum dalam pelaksanaan ibadah disesuaikan dengan kondisi dan keadaan (Ada azimah, ada rukhshoh)

4. Setiap ibadah ada hikmah dan tujuan yg diinginkan oleh Allah swt. Misal shalat agar lebih dekat, media komunikasi dan munajat. Shadaqah menghapus dosa dan menghindari musibah. Puasa melatih kesungguhan dan kejujuran)

إِنَّنِیۤ أَنَا ٱللَّهُ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّاۤ أَنَا۠ فَٱعۡبُدۡنِی وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِیۤ

Sungguh Aku Allah, tiada Ilah selain Aku, maka sembahlah Aku dan shalatlah untuk mengingatKu”. (Thaaha: 14).

5. Ibadah itu beragam jenisnya, baik dalam rangka HablumnminalLah maupun hablun minan naas

6. Setiap amal ibadah disediakan pintu surganya oleh Allah swt (Hadits Bukhari: Barangsiapa yg paling baik shalatnya, akan dipanggil dari pintu shalat….dst…)

SebelumnyaMemaknai Tahun Baru Bagi Seorang Muslim

Tausiyah Lainnya